Macam- Macam
Penerjemahan
- · Penerjemahan dibagi dalam dua jenis yaitu penerjemahan berdasarkan bentuknya dan penerjemahan berdasarkan artinya.
- · Penerjemahan berdasarkan bentuknya berusaha untuk mengikuti bentuk dari bahasa asli yang diketahui sebagai terjemahan harfiah.
- · Penerjemahan berdasarkan arti membuat setiap peluang untuk mengkomunikasikan arti dari text bahasa asli dalam betuk yang asli dari penerima bahasa. Terjemahan tersebut disebut terjemahan ungkapan.
Menurut
Catford (1978:21)
•
Berdasarkan
panjangnya, macam-macam penerjemahan adalah :
1.
Terjemahan
lengkap, merupakan jenis terjemahan yang mana bahasa asli adalah pengulangan
dari materi bacaan bahasa sasaran.
2.
Terjemahan bagian,
terdapat hanya beberapa bagian dari text bahasa asli yang diterjemahakan
kedalam bahasa sasaran.
·
Berdasarkan
tingkatannya, macam-macam terjemahan adalah :
1.
Terjemahan total,
materi dari bahasa sasaran menggantikan semua tingkatan dari text bahasa asli.
2.
Terjemahan
terbatas, adalah pergantian dari materi teks bahasa asli yang sepadan dengan
materi bahasa sasaran hanya pada satu tingkatan, apakah pada tingkatan
fonologi, grafologi atau pada level tata bahasa dan perkamusan.
·
Berdasarkan peringktanya,
macam-macam terjemahan adalah :
1.
Terjemahan
peringkat terbatas, ini berarti bahwa pemilihan dari kesepadanan teks bahasa
sasaran terbatas hanya pada satu peringkat, seperti kata untuk kesepadanan
kata, morfem untuk kesepadanan morfem, dan sebagainya.
2.
Terjemahan tak
terbatas (tak terhingga), dapat memindah bebas keatas atau kebawah dari tingkat
peringkat.
Berdasarkan
Brislin dan Choliludin (2007:26-30)
·
Berdasarkan tujuan penerjemahan :
1.
Terjemahan Pragmatis : berkenaan dengan
penerjemahan dari sebuah pesan dengan sebuah minat dalam kebenaran sebuah
informasi yang berarti harus di lakukan dari bentuk bahasa asli dan tidak
dilakukan dengan aspek yang lain dari sebuah versi bahasa aslinya. Contoh :
penerjemahan dari informasi tentang perbaikan mesin.
2.
Terjemahan Aestetic-Poetic : berkenaan dengan
penerjemahan dimana penerjemah mengambil beberapa dampak, emosi, dan perasaan
dari versi aslinya. Bentuk keindahan digunakan oleh penulis aslinya, sebaik
seperti informasi yang ada dalam pesan. Contoh : terjemahan Soneta, rima,
percakapan drama dan novel.
3.
Terjemahan Etnografi : brtujuan untuk mennjukkan
konteks budaya veris dari bahasa asli ke bahasa sasaran. Penerjmah harus peka
pada bagaimana kata-kata digunakan dan harus tahu bagaimana kata-kata tersebut
pas dengan kebudayaan itu. Contohnya : penggunaan kata “Yes” dan “yeah” di
Amerika.
4.
Terjemahan Linguistik : terpusat pada kesepadanan
makna dari bentuk susunan kata dan pola morfem bahasa asli. Contohnya : bahasa
pada program komputer dan terjemahan mesin.
Berdasarkan
Jacobson dan Leonardi (2000)
- • Terjemahan Intralingual (terjemahan satu bahasa) berkenaan dengan penerjemahan dimana tanda-tanda verbal ditafsirkan oleh arti dari tanda-tanda lainnya dari bahasa yang sama. Hal itu terjadi dalam bahasa yang sama (monolingual).
- • Terjemahan Interlingual (terjemahan dua bahasa atau lebih) adalah salah satu terjemahan yang mengarah pada perbedaan bahasa baik dua bahasa atau lebih dari dua bahasa.
- • Terjemahan Intersemiotic (tanda-tanda verbal ke tanda-tanda non-verbal) adalah penerjemahan lisan dari tanda-tanda verbal yang diartikan dari tanda-tanda lain di sistem tanda-tanda non-verbal.